Selasa, 17 November 2009
ANTENA RADIO DEWA PENJAGA CANDI BOROBUDUR YANG NGADAT,,,,
Di ceritakan candi Borobudur yang terpedam ratusan tahun menjadikan Dewa Bmudur pengannguran sukses nggak ada pekerjan yang pasti, hari hari di lalui dengan menganggur, sebagai Dewa Telaga yang merangkap jadi kepala unit Dewa penjaga candi Borobudur, telaga yang berobah jadi Rawa dan candi yang terpendam jadi bukit otomatis menjadi otoritas Dewa Gunung yang menjaga, dia selalu termenung mengingat dahulu sebelum candi terpendam tempat itu sangat ramai bangsa manusia beribadah dan berziarah memuja para Dewa sekarang jadi hutan yang sangat angker, Zona yang sangat kuat aura suci para Dewa berobah menjadi tempat yang sangat angker baik itu bangsa manusia ataupun bangsa Dewa, pelabuhan Bergota Semarang yang dahulu menjadi kebanggaan pemerintahan Wangsa Syailendra menjadi dangkal menjadikan Bisnis pelayaran kerajaan tidak lancar tidak tau sebabnya menjadikan pemerintahan bangkrut pingin pindah dan bangsa manusia yang selamat dari amukan Dewa Gunung Merapi dan pemeritahan para bangsa manusia pindah ke Jawa Timur menjadikan lokasi candi Borobudur tidak terdapat bau bangsa manusia, sampai ratusan tahun dilalui dengan sepi oleh Dewa Mbudur. Hari hari yang sangat sepi selalu merenung bagaimana waktu dahulu dengan para Dewa yang tergabung dalam komunitas face book telaga Borobudur sangat indah akrab, hari hari dilalui dengan canda ria main catur bersama, main remi kartu domino menikmati telaga yang sangat indah, muara dari Sungai Sileng, Progo sungai Elo menjadikan telaga yang sangat jernih di tambah bunga teratai dari semua jenis teratai dan aneka tanaman rawa sejenis paku pakuan yang amat subur indah sekali sering sekali Dewa Mbudur menemani para Bidadari dari Taman surga Suroloyo yang bermain di atas telaga dan membawa pulang bunga teratai di pajang di Istana Suroloyo yang nggak lupa dia mengingatkan pada para Bidadari untuk tidak mandi di telaga nanti di intip Jaka Tarub kata Dewa Mbudur. Namanya juga Dewa kan selalu ngerti he he he...Ngak terasa air mata keluar membasahi pipi Dewa Mbudur. Tetapi ada khikmah yang bisa di ambil dari marahnya Dewa Gunung Merapi tanah di sekitar candi yang terpendam menjadi tanah yang amat subur satu dua orang bangsa manusia datang untuk mengolah tanah untuk pertanian dan mampu menghasilkan hasil pertanian yang melimpah, masyarakat Pribumi sudah tidak ada lagi hampir semuanya pendatang Borobudur terputus dari generasi Manusia hampir 400 tahun dan selama itu semuanya berubah kondisi Bangsa manusia yang beraliran menyembah yang Maha Agung dan Dewa Dewa pudar oleh nafsu angkara murka saat itu dalam alam bangsa manusia pemerintahan Majapahit semua tempat pemujaan untuk para Dewa semakin sepi saja, radio intercom Dewa yang biasa di dengar para pertapa mulai ngadat berobah dari bangsa yang beribadah di candi gandrung dengan aliran baru lewat Wali songo yang sangat terampil dalam menyiarkan agama baru aliran Nabi Muhammad berbarengan Raja Majapahit yang putus asa membenahi moral para pejabat dan raja ikut aliram baru dengan Nabi Muhammad dari jazirah Arab Saudi, Syeh Maulana Malik Ibrahim dari Arab sangat terampil menyebarkan aliran Muhammad ,dia sangat mahir sebagai ahli tata negara dari masa pemerintahan kholifah Abasiyah yang di kalahkan tentara Mongolia keturunan Jengzjis Khan dan Istana Islam Bagdad hancur dan pembesar pada pindah ke luar negeri malah, Raja Majapahit yang sejarahnya beragama Hindhu Budha memberikan tanah perdikan Ngampel pada raden Rahmad atau Sunan Ampel untuk di jadikan pesantren Islam, Sunan Ampel ini sangat terampil mengelola kearifan lokal dan pendekatan kultural untuk pengembangan Aliran Nabi muhammad dia membuat padepokan persis seperti Vihara Budha dengan majemen aliran Nabi Muhammad, ibadah aliran Mohammad sholat berganti sembahyang persis kata sebahyang Budha, sanggar jadi Langgar atau Masjid kecil, para Bhiku muda pembaca kitab Hindhu Sastri di sebut Santri Pesantren dan nama Wali Songo yang di singkretiskan jumlahnya dengan jumlah sembilan dewa di sembilan penjuru mata angin persis aliran agama Budha tak lupa Sunan Sunan yang lain mampu merobah sejarah kitab Mahabharata menjadi kesenian aliran Muhammad yang sangat membius masyarakat Hindhu Budha saat itu menjadikan tanah nusantara yang dulu Hindu sampai Hindhunesia menjadi Islamesia Endonesia tahun berganti tahun memakin banyak bangsa manusia yang datang silih berganti pemerintahan manusia dan pemikiran bangsa manusia yang semakin modern dan penuh intrik politik pergantian kekuasaan. Dalam duduk termangu di atas bukit menoreh Dewa Mbudur melihat kulit manusia ada sesuatu yang berbeda ada yang agak janggal melihat fisik manusia kok berbeda kulitnya dari manusia di Jawa, kok sama dengan kulit bangsa Eropa yang dia pernah melihat ketika dia di ajak Dewa suku bangsa Maya di Amerika Tengah yang sedang membangun proyek landasan pesawat antariksa dan dan pingin tahu kejelasan gosip akan adanya hari kiamat pada tahun 2012 yang ternyata Cuma gosip yang di besar besarkan oleh dewa Cebol yang memang pintar nggosip waktu dalam perjalanan pulang Dewa Mbudur mampir ke Eropa untuk mencari sekedar oleh oleh di bawa pulang ke candi Borobudur untuk Dewa Gunung apalagi Dewa Cebol yang sering cerewet banyak omong harus di sumbat pakai makanan biar tidak ngegosipin Dewa Mbudur, dia mendengar dari penuturan bangsa manusia ternyata manusia kulit putih itu bernama Jendral Gubernur Raffles yang mendengar bahwa orang kampung Bumisegoro yang menemukan candi Borobudur tahun manusia 1814 M dan dia berencana mau memugar candi Borobudur, dewa Mbudur sangat berbahagia berarti dia akan bekerja lagi menjaga candi Borobudur menjadikan dia mempunyai pekerjaan lagi, sudah tidak menganggur lagi tetapi kondisi sudah berobah semua rawa mengering, rawa sebelah barat candi yang dahulu terkenal ada buaya yang sangat buas berubah di diami manusia jadi kampung Sabrang Rowo tidak tahu gimana nasib buaya buaya waktu itu pasti di bunuh dan kulitnya di buat cindra mata, sebelah selatan candi pusat rawa yang indah dan airnya sangat dalam berobah jadi kampung Bumi Segoro timur candi rawa yang sering jadi tempat bermain Bidadari dari Istana Suroloyo berobah jadi kampung desa Tanjung sari. Timur candi yang dahulu tempat tongkrong para Dewa jadi desa Ngaran dan mata air sembilan yang jadi tempat yang paling sejuk berobah jadi desa Tuksongo. Segala sesuatunya di persiapkan untuk menyambut pemugaran candi Borobudur oleh umat bangsa manusia. Radio AM Dewa Mbudur di pasang tetapi sangat sulit untuk menghubungi bangsa manusia tetapi anehnya Dewa Cebol bisa membuat radio FM yang gelombangnya lebih jernih dan stereo mampu menghubungi otak kiri Bangsa manusia dan dia selalu bisa menghubungi bangsa manusia,dewa Mbudur tak mampu berhubungan dengan otak kiri Manusia bangsa manusia waktu itu meminta bantuan lembada dunia manusia yang bernama UNESCO termasuk dapat bantuan dari JAICA kata Dewa Cebol pada Dewa Bmudur,”Gawat, kata dewa Mbudur”..otak kiri Bangsa manusia kalau di gambarkan pada relief candi Borobudur adalah Kamadhatu yang penuh fikiran hawa nafsu, mustinya gelombang otak kanan manusia atau gelombang delta otak yang di miliki Murid sang Budha ataupun para Bhiku dan Begawan pertapa yang penuh kemulyaan seperti Arupadhatu itulah rujukanya dengan kearifan lokal dan pendekatan kultural aliram Muhammad tetapi apa daya teriakan dewa Mbudurpun tak mampu di dengar bangsa manusia , semakin lama Dewa Mbudur jadi uring uringan sendiri dan Dewa Cebol semakin turut campur masalah perencanaan candi Borobudur dia tahu betul perigai Dewa Cebol yang wataknya amat kerdil di otak atik terus radio AM Dewa sampai keliling dunia mencari onderdil dan kabel transistor radio nggak pernah putus asa dalam mencoba,”Thomas alva edison saja nggak sampai 5000kali mencoba membuat lampu pijar listrik udah jadi kok aku belum jadi padahal aku kan Dewa...”umpatnya dengan kesel.” Bangsa manusia sangat berbahagia atas di temukannya candi Borobudur yang menurut kacamata para manusia dan pemerintahannya pasti bisa menjadi kebanggaan negara dan bangsa tetapi justru Dewa Mbudur yang bertanggaun jawab menjaga candi sangat bersedih karena tidak mampu berhubungan dengan bangsa manusia malah sangat khawatir oleh pengaruh Dewa Cebol yang semakin keras kepala pada Dewa Mbudur, dia selalu menyiarkan rencananya pada bangsa manusia padahal pikirannya sangat kerdil. Hari berganti hari tidak terasa perut Dewa Mbudur melilit lilit sakit maagnya kambuh padahal obat Promaag yang di iklankan Dedi Mizwar udah nggak mempan lagi, tanah sekitar candi di beli dengan monopoli pejabat yang di bisikan Dewa Cebol,” lumayan untuk bisnis nanti akan jadi tempat pariwisata yang amat ramai “Katanya kepada bangsa manusia, Dewa Mbudur semakin kelimpungan pernah suatu hari menghadap yang mulya Raja Dewa atas permasalahan yang di hadapi ,”Raja dewa bilang... “memang saat ini terjadi pergeseran nilai pada bangsa manusia aliran Dewa Dewa berganti aliran Nabi dari Mulai Adam sampai Nabi Muhammad, aliran Tuhan jesus dan Abraham dan nantinya Candi Borobudur akan di kelililingai Umat Muhammad sudah kehendak alam.kata Raja Dewa,” tetapi bangsa manusia semua berfikir pakai otak kiri yang mulia...’”sanggah Dewa Mbudur, banyak di lingkupi kemaksiatan’, dengan kecewa Dewa Mbudur pulang ke candi Borobudur dengan lemas, selalu terbayang Dewa Cebol yang mendominasi pemikiran para calon pengelola candi Borobudur, dengan perasaan putus asa Dewa Mbudur tetap setia mengutak atik radio AM Dewa barang kali bisa di benahi, pernah suatu kali radio AM nyala dan langsung menyiarkan pada manusia di Candi Borobdur tetapi yang mendengar cuma segelintir manusia yang tak mampu mengatur kebijakan perencanaan manajemen pada manusia menyangkut jangka panjang candi Borobudur untuk Umat manusia dan setelah itu radio AM mati lagi...selebinya mulai restorasi pengelolaan Candi Borobudur tanpa pengawalan Dewa Mbudur....Justru dewa Cebol yang banyak mendominasi......nanti saya ceritakan lagi debat Dewa Judi dengan Dewa Mbudur yang sangat seru.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar