Pages

Minggu, 22 November 2009

SEJARAH NAMA DESA PABELAN

Pabelan adalah sebuah nama sungai zaman purba tua dari hulu Gunung Merapi sampai Hilir danau telaga purba candi Borobudur karena menurut penelitian bahwa 22 ribu tahun yang lalu daerah candi Borobudur radius kurang lebih 200 hekter dengan penelitian struktur lumpur bawah tanah kedalaman 40

Selasa, 17 November 2009

ANTENA RADIO DEWA PENJAGA CANDI BOROBUDUR YANG NGADAT,,,,

Di ceritakan candi Borobudur yang terpedam ratusan tahun menjadikan Dewa Bmudur pengannguran sukses nggak ada pekerjan yang pasti, hari hari di lalui dengan menganggur, sebagai Dewa Telaga yang merangkap jadi kepala unit Dewa penjaga candi Borobudur, telaga yang berobah jadi Rawa dan candi yang terpendam jadi bukit otomatis menjadi otoritas Dewa Gunung yang menjaga, dia selalu termenung mengingat dahulu sebelum candi terpendam tempat itu sangat ramai bangsa manusia beribadah dan berziarah memuja para Dewa sekarang jadi hutan yang sangat angker, Zona yang sangat kuat aura suci para Dewa berobah menjadi tempat yang sangat angker baik itu bangsa manusia ataupun bangsa Dewa, pelabuhan Bergota Semarang yang dahulu menjadi kebanggaan pemerintahan Wangsa Syailendra menjadi dangkal menjadikan Bisnis pelayaran kerajaan tidak lancar tidak tau sebabnya menjadikan pemerintahan bangkrut pingin pindah dan bangsa manusia yang selamat dari amukan Dewa Gunung Merapi dan pemeritahan para bangsa manusia pindah ke Jawa Timur menjadikan lokasi candi Borobudur tidak terdapat bau bangsa manusia, sampai ratusan tahun dilalui dengan sepi oleh Dewa Mbudur. Hari hari yang sangat sepi selalu merenung bagaimana waktu dahulu dengan para Dewa yang tergabung dalam komunitas face book telaga Borobudur sangat indah akrab, hari hari dilalui dengan canda ria main catur bersama, main remi kartu domino menikmati telaga yang sangat indah, muara dari Sungai Sileng, Progo sungai Elo menjadikan telaga yang sangat jernih di tambah bunga teratai dari semua jenis teratai dan aneka tanaman rawa sejenis paku pakuan yang amat subur indah sekali sering sekali Dewa Mbudur menemani para Bidadari dari Taman surga Suroloyo yang bermain di atas telaga dan membawa pulang bunga teratai di pajang di Istana Suroloyo yang nggak lupa dia mengingatkan pada para Bidadari untuk tidak mandi di telaga nanti di intip Jaka Tarub kata Dewa Mbudur. Namanya juga Dewa kan selalu ngerti he he he...Ngak terasa air mata keluar membasahi pipi Dewa Mbudur. Tetapi ada khikmah yang bisa di ambil dari marahnya Dewa Gunung Merapi tanah di sekitar candi yang terpendam menjadi tanah yang amat subur satu dua orang bangsa manusia datang untuk mengolah tanah untuk pertanian dan mampu menghasilkan hasil pertanian yang melimpah, masyarakat Pribumi sudah tidak ada lagi hampir semuanya pendatang Borobudur terputus dari generasi Manusia hampir 400 tahun dan selama itu semuanya berubah kondisi Bangsa manusia yang beraliran menyembah yang Maha Agung dan Dewa Dewa pudar oleh nafsu angkara murka saat itu dalam alam bangsa manusia pemerintahan Majapahit semua tempat pemujaan untuk para Dewa semakin sepi saja, radio intercom Dewa yang biasa di dengar para pertapa mulai ngadat berobah dari bangsa yang beribadah di candi gandrung dengan aliran baru lewat Wali songo yang sangat terampil dalam menyiarkan agama baru aliran Nabi Muhammad berbarengan Raja Majapahit yang putus asa membenahi moral para pejabat dan raja ikut aliram baru dengan Nabi Muhammad dari jazirah Arab Saudi, Syeh Maulana Malik Ibrahim dari Arab sangat terampil menyebarkan aliran Muhammad ,dia sangat mahir sebagai ahli tata negara dari masa pemerintahan kholifah Abasiyah yang di kalahkan tentara Mongolia keturunan Jengzjis Khan dan Istana Islam Bagdad hancur dan pembesar pada pindah ke luar negeri malah, Raja Majapahit yang sejarahnya beragama Hindhu Budha memberikan tanah perdikan Ngampel pada raden Rahmad atau Sunan Ampel untuk di jadikan pesantren Islam, Sunan Ampel ini sangat terampil mengelola kearifan lokal dan pendekatan kultural untuk pengembangan Aliran Nabi muhammad dia membuat padepokan persis seperti Vihara Budha dengan majemen aliran Nabi Muhammad, ibadah aliran Mohammad sholat berganti sembahyang persis kata sebahyang Budha, sanggar jadi Langgar atau Masjid kecil, para Bhiku muda pembaca kitab Hindhu Sastri di sebut Santri Pesantren dan nama Wali Songo yang di singkretiskan jumlahnya dengan jumlah sembilan dewa di sembilan penjuru mata angin persis aliran agama Budha tak lupa Sunan Sunan yang lain mampu merobah sejarah kitab Mahabharata menjadi kesenian aliran Muhammad yang sangat membius masyarakat Hindhu Budha saat itu menjadikan tanah nusantara yang dulu Hindu sampai Hindhunesia menjadi Islamesia Endonesia tahun berganti tahun memakin banyak bangsa manusia yang datang silih berganti pemerintahan manusia dan pemikiran bangsa manusia yang semakin modern dan penuh intrik politik pergantian kekuasaan. Dalam duduk termangu di atas bukit menoreh Dewa Mbudur melihat kulit manusia ada sesuatu yang berbeda ada yang agak janggal melihat fisik manusia kok berbeda kulitnya dari manusia di Jawa, kok sama dengan kulit bangsa Eropa yang dia pernah melihat ketika dia di ajak Dewa suku bangsa Maya di Amerika Tengah yang sedang membangun proyek landasan pesawat antariksa dan dan pingin tahu kejelasan gosip akan adanya hari kiamat pada tahun 2012 yang ternyata Cuma gosip yang di besar besarkan oleh dewa Cebol yang memang pintar nggosip waktu dalam perjalanan pulang Dewa Mbudur mampir ke Eropa untuk mencari sekedar oleh oleh di bawa pulang ke candi Borobudur untuk Dewa Gunung apalagi Dewa Cebol yang sering cerewet banyak omong harus di sumbat pakai makanan biar tidak ngegosipin Dewa Mbudur, dia mendengar dari penuturan bangsa manusia ternyata manusia kulit putih itu bernama Jendral Gubernur Raffles yang mendengar bahwa orang kampung Bumisegoro yang menemukan candi Borobudur tahun manusia 1814 M dan dia berencana mau memugar candi Borobudur, dewa Mbudur sangat berbahagia berarti dia akan bekerja lagi menjaga candi Borobudur menjadikan dia mempunyai pekerjaan lagi, sudah tidak menganggur lagi tetapi kondisi sudah berobah semua rawa mengering, rawa sebelah barat candi yang dahulu terkenal ada buaya yang sangat buas berubah di diami manusia jadi kampung Sabrang Rowo tidak tahu gimana nasib buaya buaya waktu itu pasti di bunuh dan kulitnya di buat cindra mata, sebelah selatan candi pusat rawa yang indah dan airnya sangat dalam berobah jadi kampung Bumi Segoro timur candi rawa yang sering jadi tempat bermain Bidadari dari Istana Suroloyo berobah jadi kampung desa Tanjung sari. Timur candi yang dahulu tempat tongkrong para Dewa jadi desa Ngaran dan mata air sembilan yang jadi tempat yang paling sejuk berobah jadi desa Tuksongo. Segala sesuatunya di persiapkan untuk menyambut pemugaran candi Borobudur oleh umat bangsa manusia. Radio AM Dewa Mbudur di pasang tetapi sangat sulit untuk menghubungi bangsa manusia tetapi anehnya Dewa Cebol bisa membuat radio FM yang gelombangnya lebih jernih dan stereo mampu menghubungi otak kiri Bangsa manusia dan dia selalu bisa menghubungi bangsa manusia,dewa Mbudur tak mampu berhubungan dengan otak kiri Manusia bangsa manusia waktu itu meminta bantuan lembada dunia manusia yang bernama UNESCO termasuk dapat bantuan dari JAICA kata Dewa Cebol pada Dewa Bmudur,”Gawat, kata dewa Mbudur”..otak kiri Bangsa manusia kalau di gambarkan pada relief candi Borobudur adalah Kamadhatu yang penuh fikiran hawa nafsu, mustinya gelombang otak kanan manusia atau gelombang delta otak yang di miliki Murid sang Budha ataupun para Bhiku dan Begawan pertapa yang penuh kemulyaan seperti Arupadhatu itulah rujukanya dengan kearifan lokal dan pendekatan kultural aliram Muhammad tetapi apa daya teriakan dewa Mbudurpun tak mampu di dengar bangsa manusia , semakin lama Dewa Mbudur jadi uring uringan sendiri dan Dewa Cebol semakin turut campur masalah perencanaan candi Borobudur dia tahu betul perigai Dewa Cebol yang wataknya amat kerdil di otak atik terus radio AM Dewa sampai keliling dunia mencari onderdil dan kabel transistor radio nggak pernah putus asa dalam mencoba,”Thomas alva edison saja nggak sampai 5000kali mencoba membuat lampu pijar listrik udah jadi kok aku belum jadi padahal aku kan Dewa...”umpatnya dengan kesel.” Bangsa manusia sangat berbahagia atas di temukannya candi Borobudur yang menurut kacamata para manusia dan pemerintahannya pasti bisa menjadi kebanggaan negara dan bangsa tetapi justru Dewa Mbudur yang bertanggaun jawab menjaga candi sangat bersedih karena tidak mampu berhubungan dengan bangsa manusia malah sangat khawatir oleh pengaruh Dewa Cebol yang semakin keras kepala pada Dewa Mbudur, dia selalu menyiarkan rencananya pada bangsa manusia padahal pikirannya sangat kerdil. Hari berganti hari tidak terasa perut Dewa Mbudur melilit lilit sakit maagnya kambuh padahal obat Promaag yang di iklankan Dedi Mizwar udah nggak mempan lagi, tanah sekitar candi di beli dengan monopoli pejabat yang di bisikan Dewa Cebol,” lumayan untuk bisnis nanti akan jadi tempat pariwisata yang amat ramai “Katanya kepada bangsa manusia, Dewa Mbudur semakin kelimpungan pernah suatu hari menghadap yang mulya Raja Dewa atas permasalahan yang di hadapi ,”Raja dewa bilang... “memang saat ini terjadi pergeseran nilai pada bangsa manusia aliran Dewa Dewa berganti aliran Nabi dari Mulai Adam sampai Nabi Muhammad, aliran Tuhan jesus dan Abraham dan nantinya Candi Borobudur akan di kelililingai Umat Muhammad sudah kehendak alam.kata Raja Dewa,” tetapi bangsa manusia semua berfikir pakai otak kiri yang mulia...’”sanggah Dewa Mbudur, banyak di lingkupi kemaksiatan’, dengan kecewa Dewa Mbudur pulang ke candi Borobudur dengan lemas, selalu terbayang Dewa Cebol yang mendominasi pemikiran para calon pengelola candi Borobudur, dengan perasaan putus asa Dewa Mbudur tetap setia mengutak atik radio AM Dewa barang kali bisa di benahi, pernah suatu kali radio AM nyala dan langsung menyiarkan pada manusia di Candi Borobdur tetapi yang mendengar cuma segelintir manusia yang tak mampu mengatur kebijakan perencanaan manajemen pada manusia menyangkut jangka panjang candi Borobudur untuk Umat manusia dan setelah itu radio AM mati lagi...selebinya mulai restorasi pengelolaan Candi Borobudur tanpa pengawalan Dewa Mbudur....Justru dewa Cebol yang banyak mendominasi......nanti saya ceritakan lagi debat Dewa Judi dengan Dewa Mbudur yang sangat seru.....

Dewa penjaga candi Borobudur sakit maag...

Yang namanya kehidupan baik itu di alam bangsa manusia atau para Dewa akan selalu menghadapi permasalahan yang silih berganti, akan kami ceritakan di sini adalah dunia Dewa yang dalam sejarah legenda dongeng di ceritakan Dewa Mbudur ataupun dewa penjaga candi Borobudur awalnya adalah Dewa danau telaga purba, Menurut legenda jaman dulu saat itu di atas telaga Borobudur adalah jadi tempat tongkrong kongkow kongkow para Dewa sebelum candi Borobudur di bangun oleh umat bangsa manusia pemerintahan Samaratunngga, taman Suroloyo atau surga istana para Dewa tidak terlalu jauh dari telaga Borobudur, komunitas Dewa : Dewa Batu Dewa Gunung, Dewa Air, Dewa Angin ada juga Dewa Cebol yang bertubuh kerdil tapi banyak omong alias ngeyel cerewet, singkat cerita areal telaga Borobudur adalah areal yang sangat enak santai sambil makan cemilan dan ngopi hangat para Dewa, selalu ada saja yang di bahas setiap hari, suatu hari komunitas Dewa yang tergabung pada group face book telaga Borobudur ini di sibukkan oleh informasi pemancar radio AM Dewa dari Istanaataslangit yang mengatakan akan di bangun tempat ibadah oleh bangsa manusia di atas danau telaga Borobudur karena telaga Borobudur mempunyai kekuatan magis menuju kemulyaan seperti kehidupan Dewa, maklum saja manusia jaman dulu seperti Begawan dan para Bhiku suka bertapa sampai bertahun tahun mendengarkan pemancar radio Dewa jadi bisa memadukan rencana kemulyaan umat bangsa manusia sinergis dengan rencana para Dewa menjadikan sebuah diskusi yang sangat menarik Dewa dewa telaga Borobudur waktu itu, berkata Dewa Angin, ”yang mulia Raja Dewa sangat cocok oleh proposal konsep candi Borobudur yang di buat bangsa manusia...!”Gimana pendapatmu Dhur,tentang ini telaga itu kan otoritasmu?Tanya Dewa Angin. (Dur adalah panggilan Dewa telaga Borobudur)”Asyik juga nih, pekerjaan baru..”aku juga dah bosan kok ngurusi telaga Borobudur, ngurusi buaya buaya yang suka egois di telaga ngerasa sok paling kuat, ribut rebutan cewek...”Jawab Dewa Mbudur ternyata para Dewa juga sebel dengan ulah binatang buaya kayaknya sama dengan buaya sekarang sok kuat musuhnya di anggap cicak he he he...kaya Polri ama KPK aja he he he. “Mbok ya kamu minta Copy masterplan dan cetak biru dan konsep perencanaan bangunan yang rencana akan di bangun di telagaku pinta Dewa Mbudur pada Dewa Angin, minta dong... pada yang mulia Raja Dewa....?” Beres kalau soal itu tapi uang bengsinnya dong..” sambil mengerlingkan mata,dasar Dewa matrialis umpat Dewa Mbudur....” Momentum yang pas nih...” guman Dewa Mbudur, bulan depan akan ada MUKERDUN(musyawarah kerja para dewa sedunia) para Dewa membahas stabilitas politik kedewataan di istana atas langit akan saya gunakan untuk loby pada Ketua Dewan Komisi B otoritas wilayah Jowo biar saya dapat pekerjaan Proyek pembangunan candi Borobudur lumayan cari penghasilan tambahan, gaji sebagai direktur telaga di anggap tidak standar UMR kedewataan,guman dewa Bmbudur.hr berlalu tidak terasa Mukerdun di mulai yang di pimpin yang mulia Raja Dewa, hadir Dewa Maya dari suku Africa Tengah, Dewa matahari dari Piramid Mesir,ada Dewa Bulan suku Pagan Mekah, Dewi Kwan im sun nggo kong dari China dan Dewa Dewa yang lain semua Dewa melaporkan tentang kondisi masing masing wilayah serta presentasi program kerja lengkap dengan kondisi sosial politik masing masing sebagai bahan Rajadewa merencanakan stabilitas dunia dan tak lupa Dewa Mbudur dengan percaya diri memamerkan stopmap kuning konsep gambar dan rencana anggaran biaya yang visinya investasi kemulyaan candi Borobudur untuk sang Budha bukan konsep obyek wisata apalagi kepikiran target keajaiban dunia namanya juga kerja Dewa yo pasti ajaib menurut mata manusia, dengan sukses memaparkan rencana manusia di wilayahnya yang akan membangun candi borobudur biar semua Dewa mendukung gagasanya. Yang mulia Raja Dewa meluluskan semua program Dewa Dewa kecuali Sunnggokong yang mengusulkan manusia di kasih sayap di punggungnya yang langsung dapat omelan dari Dewi kwan im “dasar monyet kamu....”Namanya juga monyet Sun nggo kong yang malah cengar cengir, “tenang aja, bangsa manusia nanti bisa membuat kapal terbang...” Jawab yang mulya raja Dewa, selesai sudah Mukerdun dan Dewa mbudur turun pulang ke telaga dengan hati berbunga bunga tinggal menentukan hari baik untuk persiapan membangun candi dengan jabatan penanggung jawap proyek pembangunan candi Borobudur dan menjaga pelestarian candi Borobudur sampai akhir perjalanan dunia. Saat itu kondisi ekonomi bangsa manusia pemeritahan Samaratungga pada kondisi surplus positif rakyat tentram investor sangat kerasan dari seluruh dunia, nggak takut Demo mahasiswa, nggak ada teroris anggota KPK malah nggak punya kerjaan tetap. Saat itu dalam tahun bangsa manusia 782M Di mulailah pembangunan candi nggak terasa tiga generasi pemerintahan Dinasti Samaratungga,Syailendra,Putri Pramodyawardani. Dewa Mbudur juga turut membantu dan Dewa Dewa yang lain dari mulai desain tehnik dan pengadaan bahan baku lewat Guna Dharma. Hubungan Dewa dengan bangsa manusia saat itu sangat gampang karena para Begawan dan Bhiku hoby bertapa mendengarkan siaran intercom radio AM Dewa yang memberi intruksi kemulyaan, bangsa manusia biasa ya nggak mampu mendengar siaran radio Dewa wong puasa bulan romdhon yang Cuma satu bulan saja bolong bolong kok....he he he..nggak terasa selesai sudah mega Proyek pembangunan candi tahun manusia 812M, mata manusia akan terpana melihat kemegahan candi Borobudur,dalam hukum manusia kurang lebih 130 tahun candi Borobudur untuk Beribadah umat Budha nggak di sangka terjadi gonjang ganjing pemerintahan manusia mulai ada perubahan moral manusia memalukan dan semakin jauh dari yang di ajarkan
relief candi Borobudur orang orang suci semakin sedikit yang mampu berhubungan dengan dewa menjadikan Dewa MBudur sangat sedih dan tertekan marah melihat umat manusia dewa Mbudur yang bertanggung jawab menjaga juga nggak berdaya melihat bangsa manusia yang ndablek perutnya sering sakit melilit lilit dokter para dewa mengatakan sakit Maag evek dari fikiran yang tertekan problem berat zat asam berlebihan ya berlebihan yang justru merusak lambungnya sendiri Dewa Gunung yang dahulu jadi teman kongkow kongkow di telaga
tahun manusia 1006 M melihat perilaku manusia Dewa gunung Merapi marah meledak keras dan besar mengeringkan telaga dan lahar dingin menutup candi Borobudur menjadikan Dewa Mbudur mengungsi dan tinggal dengan saudara Dewa gunung merapi yaitu gunung menoreh 7 kilo meter arah selatan candi borobudur selanjutnya candi terpendam ratusan Tahun menjadi bukit yang sangat angker dan dewa Mbudur tetap setia menjaga Bukit Borobudur saking lelahnya sampai tertidur di atas bukit gunung Menoreh yang para pembaca bisa melihat dewa Mbudur yang sedang tidur melintang kebarat gunung Menoreh yang berbentuk manusia yang sedan tidur sampai saat ini.nanti saya ceritakan lagi Dewa Bmudur nongkrong lagi melihat bangsa manusia yang menggali candi yang terpendam dan dewa Mbudur study banding ke Dwa Bulan Ka’Bah arab saudi naik Boeng 737 muntah muntah mabuk udara...

Rabu, 11 November 2009

GANDHES Collection
KOLEKSI LENGKAP PAKAIAN ANAK ANAK DAN DEWASA MOTIF KHAS OLEH OLEH CANDI BOROBUDUR DAN ANEKA TREND BATIK LENGKAP SESUAI YANG ANDA BUTUHKAN.....
ALAMAT : Kios depan loket tiket masuk areal Candi Borobudur Blok Plasa Taman Wisata Candi Borobudur Telp : 085647663598 .www.moch_dim@yahoo.com

BAGI ANDA YANG MENGUNJUNGI CANDI BOROBUDUR PINGIN MENCARI OLEH OLEH DALAM BENTUK PAKAIAN BATIK KHAS CANDI BOROBUDUR UNTUK ANAK ANAK DAN DEWASA, KAOS, KAIN SPREI DLL,BATIK YANG SEDANG TREND SAAT INI KALAU ANDA KHAWATIR DENGAN HARGA DAN TAKUT KEMAHALAN KUNJUNGI SAJA KIOS AKU DI GANDHES COLLECTION KITA KASIH HARGA PAS TIDAK MELAYANI DISCOUN DAN CORTINGAN ATAU MAMPIR DULU KE KIOS KAMI ALAMAT DEPAN LOKET TIKET MASUK CANDI BOROBUDUR NANTI KITA BERIKAN BROSUR SEJARAH CANDI DAN TIPS NAIK CANDI DENGAN GRATIS....BOLEH KELILING DAHULU KE KIOS BATIK YANG LAIN UNTUK MEMBANDINGKAN HARGA...

Sekelumit tentang makhluk ciptaan Dewa berusia 35 tahun penghuni areal PT.TWCB yang unik berbentuk ulat gatal yang bernama : ASONGAN

Adalah nama yang unik, perilakunya suka mengejar turis terkadang membuat geleng geleng wisatawan berakibat gatal pariwisata, perubahan metode global bisnis yang cepat tak di hiraukanya malah dengan asyik canda ria di lakoniya mata manusia yang sombong mengatakan bentuk usaha yang rendah apakah dia sebagai sebab ataupun akibat obyek pariwisata yang gatal sampai saat ini, perdebatan dan ego menyalahkan hanya akan menambah indah bingkai figura kerdil yang di tonton masyarakat dunia dengan geli, tidak memahami perilaku dan persepsi rendah bahkan menjadi kegiatan yang memalukan menjadikan vonis kegiatan yang tak ada legalitas formal lebih dari 30 tahun, semua terjebak pada persepsi yang keliru, asongan adalah bentuk kegiatan usaha Quadran pribadi merdeka, sudut pandang Zona karyawan scala unit hanya memunculkan persepsi rendah lebih rendah daripada status karyawan perusahaan, asongan adalah pribadi unik walaupun hanyalah sebuah kegiatan usaha mencari penghasilan yang bersifat sederhana dan primitif dengan manajement Bakul Ndeso tetapi sistim kerjanya seperti minoritas kongklomerat yang mampu mengendalikan ekonomi negara dengan banyaknya usaha yang di miliki, kemerdekaan pribadinya sama dengan posisi Direktur utama dalam perusahaan bahkan lebih, asongan sebagian besar mampu membangun sub unit usaha walau tetap di tanganinya sendiri sebagai pedagang pecinan, pasar malam, pedagang lapak, di rumah terbiasa usaha pertanian, sebagian peternak, tukang pijat urut di kampung bahkan tokoh Ulama dan Pegawai Negeri dan lain lain...”Terkadang dengan gampang berpindah Quadran buruh proyek bangunan dengan jabatan Direktur bagian mengaduk semen....”Ketika bosan kembali menjadi asongan.....”Walau sepertinya rendahan dalam kondisi tertentu di tengah deras keringat dan bau kecut keringat Londo(turis) setelah mengejar Turis Asongan berani konfrensi Pers karena gampangnya mengakses Media kalau akan ada penataan ....”Ikan yang tak tertangkap air keruh duluan....” Keberanian menolak bentuk penataan oleh pihak pihak tertentu, karena Asongan tidak mengenal istilah scores kerja, SP3, apalagi PHK...Takut secara struktural seperti dalam perusahaan tidak ada dalam kamus kehidupanya karena asongan adalah BOS untuk dirinya sendiri dengan gampang mengatur dirinya sendiri, mau kerja ataupun libur pun tak ada yang mampu mengaturnya, otoritasnya melebihi seorang Presiden karena hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri, apalagi asongan kaum perempuan sebagai pedagang mayoritas areal PT>TWCB secara psicology akan lebih berani karena mempunyai usaha tetap dari para suami dari berbagai pekerjaan, Quadran karyawan tidak tepat mengelola pribadi asongan, karena sudut pandang dan kinerjanya berbeda, prinsip kerja yang bertolak belakang dengan Quadran karyawan, pengajuan untuk libur cuti dari aktivitas mengasong kepada teman komunitasnya justru untuk bekerja “Ada yang cuti kerja ke Malaysia, Buruh pabrik di kota, malah ada yang cuti jadi Kepala Desa.” Pekerjaan yang menjadi hoby Quadran karyawan bisa jadi akan menjadi sikap yang paling di bencinya, Quadran karyawan walau secara lahiriah fisik lebih sejahtera secara ekonomi tetapi dalam sudut luas pribadi merdeka asongan menempati sudut ruang yang amat kecil sudut luas adalah kebebasan pribadi yang tak tertandingi, solusi mengkaryakan memasuki dunia quadran karyawan seperti tukang sapu, satgas pedagang, atau bentuk pekerjaan yang lain bisa menjadi solusi ketika wisatawan sepi, karena asongan sudah terjebak candu metodologi asongan yang nikmat karena penghasilan seperti memasang umpan Dadu kalau pas untung dalam satu jam mampu menghasilkan gaji 2 bulan pekerja rendah karyawan PT>TWCB, target jumlah wisatawan yang banyak menghasilkan Quadran karyawan mantan asongan menjadi tersiksa sakauw candu asong luar biasa......” Yang jadi masalah adalah menghilangkan metode usang cara usaha asongan dan tetap menjadi dirinya sendiri yang menikmati dunia bebas merdeka, tetapi ta’at dengan aturan umum sebagai landasan usaha bersama, sikap yang jujur karena tak takut mendapat PHK, “Direkturpun akan enteng di umpatnya karena begitu bebas sebagai pribadi yang merdeka,” Dengan penuh percaya diri sebagai Intelektual nggunung dengan aliran kuper ortodok aturan UNESCO yang di sampaikan oleh PT>TWCB di anggap sebagai tukang pukul yang di tantangnya berkelahi seperti kang Narto tetangga kampungnya sesama pengasong yang menyerobot Turis yang di anggap COMBEGAN...”(bahasa trend asongan Inggris campur nggunung istilah Wisatawan Asing yang berjanji membeli sesudah naik Candi) kenaikan tiket candi yang di anggap mahal menjadi umpatan tak mengerti kalau memandang monyet di Taman Safari tiga kali lebih mahal, puji syukur kepada Tuhan kita di beri saudara yang amat lucu. ”Seorang Bupati pun tak berani sebebas kaum asongan dalam mengumpat...” Dalam jangka pendek seakan bisa di arahkan masuk dalam zona karyawan tetapi pribadi asongan sangat menikmati sebagai pribadi usaha merdeka walaupun hidup miskin, kehidupan sebagai karyawan PT TWCB tak mudah merobah sebagai pribadi merdeka masyarakat asongan.
Penataan struktural kekuatan penuh PT>TWCB dan Pemerintah lewat RT, RW, LURAH, GUBERNUR, KEPPRES, sampai Senjata UNESCO, tak mempan karena bukan titik lemahnya, mustinya pendekatan dan mengarahkan dengan rumus sebagai calon enterpreneur dan pengusaha moderen standar profesional yang merdeka menjadikan asongan sebagai pengusaha pertanian yang sukses, peternak yang handal dan pedagang yang moderen sebagai konsep pemberdayaan untuknya sebagai sesama manusia yang dengan sikap saling mencintai hilangkanlah perasaan sombong apalagi karyawan, karena asongan yang di anggap sepelepun mampu berulah yang sangat merugikan dunia pariwisata....
Penonton di luar Zona Borobudur memandang dengan geli pihak yang menyalahkan asongan sebagai biang keladi permasalahan selama ini, alasan yang akan malah menghantam ketidak mampuan pengelolaan selama ini, Harimau, Singa, Beruang, sebagai binatang yang liar dan galak menjadi binatang penurut dan mampu menjadi atraksi sirkus yang indah ketika mampu mengelola dan melatihnya, apalagi asongan sebagai manusia....”Yang merasa pintar mengatakan SDM asongan adalah rendah dan bodoh, tetapi yang merasa pintar mengatur orang bodoh saja tak mampu apalagi mengatur sesama orang pintar...” Kita adalah makhluk yang sombong dengan gampang menyalahkan manusia, Tuhan yang selalu bermurah hati walaupun kita kelewat batas. Kesemrawutan yang terjadi selama ini karena ketidak jelasan sumber penyakit.... Yang ada hanyalah tubuh terpuruk tak berdaya sakit dan tak mengerti obatnya, Program kerja dari devinisi yang tak jelas dan tidak memahami konsep hubungan lintas Quadran, tak mampu bertukar kacamata, asongan yang di paksa cara kerja Quadran karyawan, dan karyawan yang tak mampu protes seperti mendapat intruksi dari malaikat, pelaksana tugas scala unit dengan gaji rendah tetapi penuh bonus, bonus kemarahan struktural dan cacian masyarakat terutama Asongan, terjadi berpuluh tahun semua pihak seperti teradu domba.....” Menjadikan semua tersiksa.mustinya hubungan lintas quadran yang sinergis ” Quadran karyawan PT>TWCB juga jadi korban dari ketidakjelasan sumber masalah asongan menjadi hantu yang menakutkan bagi Quadran karyawan PT.TWCB. Memang tidak di pungkiri perilaku asongan membuat malu dan gatal pariwisata sangat menggelisahkan wisatawan, kalaupun di tanya cita cita “asongan mending jadi Presiden atau Artis yang kecut ketiaknya pun laku keras untuk iklan......”Asongan adalah seperti calo produk dari pengrajin sambil Ndablek(ngeyel)tinggal bagaimana merobah jadi kesan elit,” wong jadi Menteri saja memakai calo persis Asongan yang melompat pagar belakang dengan pak Satpam yang sok nggak tahu.....”Rencana menghilangkan bentuk usaha asongan dengan vulgar akan menyulut medan peperangan, perilaku sedikit memaksa bagi asongan juga sarat panjang dari sejarah keliru pengelolaan perilaku, semua harus di kaji karena menjadi watak yang tak mudah berobah. Asongan adalah pribadi yang unik bersifat sendiri cenderung egois, walaupun jumlahnya banyak tetapi ego pribadinya sangat tinggi, sulit mengatur dalam kelompok internal seperti Paguyuban, Persatuan, Koperasi dalam berbagai nama sudah di lahapnya dengan rakus puluhan tahun...” Tidak aneh untuk semua tetapi sulit mewadahi semuanya karena sifat sebagai usaha pribadi yang merdeka, yang paling membuat parah perilaku adalah areal PT>TWCB sebagai medan nikmat usaha terkadang melebihi permainan judi yang di larang, kenyataan usaha tanpa modal cukup membawa dagangan nilai kecil di jual krus nilai uang besar dari selisih kurs rupiah kepada wisatawan asing menjadikan sarat keuntungan melebihi perjudian tanpa kerugian kehilangan, itu penyakit berat yang sulit di sembuhkan tak di sadari walau hidup sangat miskin menggelapkan mata pengasong akan usaha yang lain yang lebih berpeluang membawa kesejahteraan ekonomi, ribuan orang sudah terjebak pada candu metode asong yang memabukkan, entah asongan sebagai pionir atau hanya sekedar menjiplak. Areal PT.TWCB dari kacamata Dewa judi, ibarat adu lempar dadu kaum Sudra, lempar Proposal Ksatriya, Bangsawan Brahmana yang tersenyum penuh misteri...”Ujung ujungnya kepentingan dangkal.....” Melupakan Relief candi yang mengajarkan kemulyaan...”Bisa jadi mengulang sejarah lama umat sehingga Dewa memendam candi Borobudur ratusan tahun...” Seperti kaum Nabi Nuh yang di tenggelamkan, umat Nabi Lut yang di pendam hujan Batu...”Wallohu A’llam bissowab” tak perlu menyayat luka lagi dengan sikap menyalahkan, menyadari akan permasalahan sebenarnya dan menjadikan data awal untuk membuat perobahan kearah lebih baik bersama sama bertobat pada Tuhan, karena kesalahan yang sesungguhnya adalah sikap sombong kita dan ego kerdil sikap kita....Perlunya data yang jelas dari setiap lini pedagang mulai dari penghasilan pokok dan sampingan, data jelas dari geografis perilaku musim tanam petani, karena musim santai bercocok tanam akan menjadi lahan musiman pedagang TWCB semua terkait dengan perilaku, statistik ekonomi yang jelas, data yang tegas menjadikan program penanganan yang lebih mudah, tak ada yang sempurna kecuali bersama sama untuk Borobudur yang kita cintai, tanggung jawab kita melindungi dan mengawal asongan menuju martabat lebih baik, butuh penataan asongan yang arif dengan metode yang berbeda, semoga membangun kebanggaan kultural dengan obyek wisata Islam dan peran ulama bisa menjadi jendela perobahan karakter asongan dan sedikit menjawab permasalahan di Borobudur. Butuh pribadi spesial untuk menata Borobudur, karakter yang mampu memahami sejarah dari konsep nenek moyang mampu memandang dari kacamata Dewa dengan kecerdasan spiritual yang tinggi dan penuh nurani, Zona spiritual tinggi dengan tata lingkungan yang sinergi sehingga tak muncul karma, tidak cukup keahlian intelektual sebatas legalitas manusia di butuhkan karakter manusia yang memahami sejarah historis lingkungan, kondisi pribadi dan karakter masyarakat termasuk memahami asongan dan sejarahnya, data masyarakat yang jelas dan potensinya, sehingga mampu merencanakan konsep pengembangan dan pemberdayaan yang tepat , butuh manajemen perusahaan yang handal yang mampu membawa perusahaan yang mampu membawa kesejahteraan bersama, karakter yang luwes mewadahi kepentinggan pemerintah dan pihak pihak yang latar belakang berbeda, sinergis semua di untungkan, tata ruang dan konsep yang jelas tak meninggalkan karakter budaya masyarakat mengarah GO scala Internasional yang bisa menjadi kebanggaan bersama “ Cukup sudah alasan perdebatan dan mencari alasan mengenai masalah asongan nanti Mbah Guna Dharma marah...”Ojo selak kemlinthi yo....Ngolai uler cilik cilik wae angel tho....?”Opo meneh nggawe candi Borobudur....”Tetapi sambil berbisik Embah bilang....”Asongan adalah makhluq yang sengaja di ciptakan Dewa dalam bentuk ulat yang gatal berumur 35 tahun dia akan berevolosi menjadi kepompong yang aman yang akhirnya menjadi kupu yang indah berwarna warni di taman bunga melengkapi candi sebagai bidadari yang tersenyum manis..”Berprasangka baiklah sifat rakus ulat yang tidak mengerti aturan dengan melahap semua daun dan ranting pariwisata adalah bentuk alamiah menuju kepompong sekarang ini.” Tuhan mengabulkan do’a kita untuk mendapatkan kupu kupu yang warna warni di taman tetapi ketahuilah bahwa : “kupu kupu yang kita minta masih berwujud ulat gatal yang menakutkan...”Masih satu pekerjaan kita mengawal dengan cermat ulat yang akan berobah menjadi kepompong dengan halus tanpa mengagetkanya burung burung yang suka usil mengganggunya, bertapa sebagai kepompong merobah negativ alamiah cosmis masa lalu menuju kelahiran baru sebagai kupu kupu yang membius setiap mata yang memandang melupakan sejarah ulat yang sangat menakutkan :Yang pantas kita renungkan “Kupu kupu yang sangat indah berawal dari ulat yang gatal dan sangat menakutkan...........” Puji syukur kepada Tuhan kita sudah mempunyai banyak ulat ulat yang amat lucu........”

Minggu, 01 November 2009

Gambar Telaga Borobudur