Pages

Selasa, 17 November 2009

Dewa penjaga candi Borobudur sakit maag...

Yang namanya kehidupan baik itu di alam bangsa manusia atau para Dewa akan selalu menghadapi permasalahan yang silih berganti, akan kami ceritakan di sini adalah dunia Dewa yang dalam sejarah legenda dongeng di ceritakan Dewa Mbudur ataupun dewa penjaga candi Borobudur awalnya adalah Dewa danau telaga purba, Menurut legenda jaman dulu saat itu di atas telaga Borobudur adalah jadi tempat tongkrong kongkow kongkow para Dewa sebelum candi Borobudur di bangun oleh umat bangsa manusia pemerintahan Samaratunngga, taman Suroloyo atau surga istana para Dewa tidak terlalu jauh dari telaga Borobudur, komunitas Dewa : Dewa Batu Dewa Gunung, Dewa Air, Dewa Angin ada juga Dewa Cebol yang bertubuh kerdil tapi banyak omong alias ngeyel cerewet, singkat cerita areal telaga Borobudur adalah areal yang sangat enak santai sambil makan cemilan dan ngopi hangat para Dewa, selalu ada saja yang di bahas setiap hari, suatu hari komunitas Dewa yang tergabung pada group face book telaga Borobudur ini di sibukkan oleh informasi pemancar radio AM Dewa dari Istanaataslangit yang mengatakan akan di bangun tempat ibadah oleh bangsa manusia di atas danau telaga Borobudur karena telaga Borobudur mempunyai kekuatan magis menuju kemulyaan seperti kehidupan Dewa, maklum saja manusia jaman dulu seperti Begawan dan para Bhiku suka bertapa sampai bertahun tahun mendengarkan pemancar radio Dewa jadi bisa memadukan rencana kemulyaan umat bangsa manusia sinergis dengan rencana para Dewa menjadikan sebuah diskusi yang sangat menarik Dewa dewa telaga Borobudur waktu itu, berkata Dewa Angin, ”yang mulia Raja Dewa sangat cocok oleh proposal konsep candi Borobudur yang di buat bangsa manusia...!”Gimana pendapatmu Dhur,tentang ini telaga itu kan otoritasmu?Tanya Dewa Angin. (Dur adalah panggilan Dewa telaga Borobudur)”Asyik juga nih, pekerjaan baru..”aku juga dah bosan kok ngurusi telaga Borobudur, ngurusi buaya buaya yang suka egois di telaga ngerasa sok paling kuat, ribut rebutan cewek...”Jawab Dewa Mbudur ternyata para Dewa juga sebel dengan ulah binatang buaya kayaknya sama dengan buaya sekarang sok kuat musuhnya di anggap cicak he he he...kaya Polri ama KPK aja he he he. “Mbok ya kamu minta Copy masterplan dan cetak biru dan konsep perencanaan bangunan yang rencana akan di bangun di telagaku pinta Dewa Mbudur pada Dewa Angin, minta dong... pada yang mulia Raja Dewa....?” Beres kalau soal itu tapi uang bengsinnya dong..” sambil mengerlingkan mata,dasar Dewa matrialis umpat Dewa Mbudur....” Momentum yang pas nih...” guman Dewa Mbudur, bulan depan akan ada MUKERDUN(musyawarah kerja para dewa sedunia) para Dewa membahas stabilitas politik kedewataan di istana atas langit akan saya gunakan untuk loby pada Ketua Dewan Komisi B otoritas wilayah Jowo biar saya dapat pekerjaan Proyek pembangunan candi Borobudur lumayan cari penghasilan tambahan, gaji sebagai direktur telaga di anggap tidak standar UMR kedewataan,guman dewa Bmbudur.hr berlalu tidak terasa Mukerdun di mulai yang di pimpin yang mulia Raja Dewa, hadir Dewa Maya dari suku Africa Tengah, Dewa matahari dari Piramid Mesir,ada Dewa Bulan suku Pagan Mekah, Dewi Kwan im sun nggo kong dari China dan Dewa Dewa yang lain semua Dewa melaporkan tentang kondisi masing masing wilayah serta presentasi program kerja lengkap dengan kondisi sosial politik masing masing sebagai bahan Rajadewa merencanakan stabilitas dunia dan tak lupa Dewa Mbudur dengan percaya diri memamerkan stopmap kuning konsep gambar dan rencana anggaran biaya yang visinya investasi kemulyaan candi Borobudur untuk sang Budha bukan konsep obyek wisata apalagi kepikiran target keajaiban dunia namanya juga kerja Dewa yo pasti ajaib menurut mata manusia, dengan sukses memaparkan rencana manusia di wilayahnya yang akan membangun candi borobudur biar semua Dewa mendukung gagasanya. Yang mulia Raja Dewa meluluskan semua program Dewa Dewa kecuali Sunnggokong yang mengusulkan manusia di kasih sayap di punggungnya yang langsung dapat omelan dari Dewi kwan im “dasar monyet kamu....”Namanya juga monyet Sun nggo kong yang malah cengar cengir, “tenang aja, bangsa manusia nanti bisa membuat kapal terbang...” Jawab yang mulya raja Dewa, selesai sudah Mukerdun dan Dewa mbudur turun pulang ke telaga dengan hati berbunga bunga tinggal menentukan hari baik untuk persiapan membangun candi dengan jabatan penanggung jawap proyek pembangunan candi Borobudur dan menjaga pelestarian candi Borobudur sampai akhir perjalanan dunia. Saat itu kondisi ekonomi bangsa manusia pemeritahan Samaratungga pada kondisi surplus positif rakyat tentram investor sangat kerasan dari seluruh dunia, nggak takut Demo mahasiswa, nggak ada teroris anggota KPK malah nggak punya kerjaan tetap. Saat itu dalam tahun bangsa manusia 782M Di mulailah pembangunan candi nggak terasa tiga generasi pemerintahan Dinasti Samaratungga,Syailendra,Putri Pramodyawardani. Dewa Mbudur juga turut membantu dan Dewa Dewa yang lain dari mulai desain tehnik dan pengadaan bahan baku lewat Guna Dharma. Hubungan Dewa dengan bangsa manusia saat itu sangat gampang karena para Begawan dan Bhiku hoby bertapa mendengarkan siaran intercom radio AM Dewa yang memberi intruksi kemulyaan, bangsa manusia biasa ya nggak mampu mendengar siaran radio Dewa wong puasa bulan romdhon yang Cuma satu bulan saja bolong bolong kok....he he he..nggak terasa selesai sudah mega Proyek pembangunan candi tahun manusia 812M, mata manusia akan terpana melihat kemegahan candi Borobudur,dalam hukum manusia kurang lebih 130 tahun candi Borobudur untuk Beribadah umat Budha nggak di sangka terjadi gonjang ganjing pemerintahan manusia mulai ada perubahan moral manusia memalukan dan semakin jauh dari yang di ajarkan
relief candi Borobudur orang orang suci semakin sedikit yang mampu berhubungan dengan dewa menjadikan Dewa MBudur sangat sedih dan tertekan marah melihat umat manusia dewa Mbudur yang bertanggung jawab menjaga juga nggak berdaya melihat bangsa manusia yang ndablek perutnya sering sakit melilit lilit dokter para dewa mengatakan sakit Maag evek dari fikiran yang tertekan problem berat zat asam berlebihan ya berlebihan yang justru merusak lambungnya sendiri Dewa Gunung yang dahulu jadi teman kongkow kongkow di telaga
tahun manusia 1006 M melihat perilaku manusia Dewa gunung Merapi marah meledak keras dan besar mengeringkan telaga dan lahar dingin menutup candi Borobudur menjadikan Dewa Mbudur mengungsi dan tinggal dengan saudara Dewa gunung merapi yaitu gunung menoreh 7 kilo meter arah selatan candi borobudur selanjutnya candi terpendam ratusan Tahun menjadi bukit yang sangat angker dan dewa Mbudur tetap setia menjaga Bukit Borobudur saking lelahnya sampai tertidur di atas bukit gunung Menoreh yang para pembaca bisa melihat dewa Mbudur yang sedang tidur melintang kebarat gunung Menoreh yang berbentuk manusia yang sedan tidur sampai saat ini.nanti saya ceritakan lagi Dewa Bmudur nongkrong lagi melihat bangsa manusia yang menggali candi yang terpendam dan dewa Mbudur study banding ke Dwa Bulan Ka’Bah arab saudi naik Boeng 737 muntah muntah mabuk udara...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar